Selasa, 07 Agustus 2018

Bayi Anda Terserang Penyakit Kuning? Ini Cara Mengatasinya!


Setidaknya, 50% dari bayi yang dilahirkan rentan terkena penyakit kuning. Namun, dalam keadaan normal, bilirubin yang jadi penyebab penyakit kuning terjadi akan menurun seiring bertambahnya usia si kecil. Tapi bagaimana yang tidak? Nah, jika keadaannya sudah seperti ini, Anda harus cari cara mengatasinya yang tepat. Seperti apa? Cek di sini!

1. Berikan ASI Lebih Sering


Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi sakit kuning pada bayi adalah dengan lebih sering memberinya ASI. ASI yang cukup akan membuat sistem imun si kecil lebih baik sehingga serangan bilirubin yang berasal dari sel darah merah si kecil bisa dikurangi. 

Tapi, bagaimana kalau si kecil tidak menyusu ASI? Tentu saja Anda harus menggantinya dengan susu formula terbaik. Meski susu formula tak sebaik ASI dalam pemenuhan gizi, namun juga bisa membantu menjadikan imun si kecil lebih baik. Anda bisa dapatkan berbagai susu fomula di Orami dengan harga terbaik melalui promo kemerdekaan darinya.

2. Menjemur Bayi


Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi penyakit kuning yang dialami si kecil adalah dengan menjemur bayi antara 30 menit sampai 1 jam setiap paginya. Ini adalah penanganan fisiologis terbaik karena matahari pagi akan memberi vitamin D yang cukup untuk si kecil guna menghilangkan penyakit kulit dari tubuhnya.

3. Terapi Sinar


Hal lain yang bisa Anda lakukan untuk mengobati bayi yang terkena sakit kuning adalah dengan menggunakan terapi sinar. Namun, terapi sinar ini hanya bisa dilakukan oleh pihak rumah sakit dengan bantuan fototherapi. Bayi Anda nantinya akan diletakkan dalam box bayi guna penyinaran tubuhnya selama waktu yang telah ditentukan.

4. Jangan Membuat Bayi Dehidrasi


Bayi yang terkena penyakit kuning tidak boleh mengalami dehidrasi. Sebab, hal ini akan memperparah penyakitnya. Oleh sebab itu, sebaiknya terus berikan ia ASI atau susu formula selama 3 hingga 4 jam sekali. Kalau Anda ingin mendapat susu formula dengan harga terjangkau untuk si kecil, cari di  marketplace yang berikan promo kemerdekaan, ya!

5. Tindakan Medis


Jika cara di atas ternyata tetap tak mampu menyembuhkan si kecil dari penyakit kuning, Anda harus mengambil tindakan medis untuk ini. Bawalah si kecil ke rumah sakit untuk pengecekan bilirubinnya. Nantinya, dokter akan mengambil kesimpulan langkah apa yang diambil. Termasuk mungkin transfusi darah untuk si kecil.

Penyakit kuning pada bayi memang banyak dianggap sepele oleh kebanyakan masyarakat. Padahal, hal ini tak boleh diremehkan. Bayi yang terkena penyakit kuning biasanya akan lebih rentan dengan penyakit yang membahayakan. Selain itu, bayi juga bisa terkena gangguan otak. Tak mau hal ini terjadi pada buah hati, kan? Atasi dengan cepat kalau begitu!

Minggu, 22 Juli 2018

5 Gejala ini menandakan kulit Anda sedang stres



Polusi, skincara yang tidak sesuai atau tidak digunakan dengan tepat, dan faktor cuaca bisa mempengaruhi kondisi kulit. Namun ada satu hal lagi yang bisa memberikan dampak negatif bagi kulit, yaitu gaya hidup. Gaya hidup yang tidak sehat pada akhirnya bisa berdampak pada stres kulit. Ya, kulit juga bisa mengalami stres.

Menurut Dr. Sanam Hafeez, psikolog dan professor Columbia University ada beberapa tanda yang bisa menunjukkan kalau kulit sedang mengalami stres. Berikut ini beberapa di antaranya.

Muncul lingkaran hitam di sekitar mata

Stres cenderung membuat siapa pun sulit untuk tidur. Sehingga sirkulasi darah melambat, yang dapat menyebabkan pembuluh darah di bawah mata meluas. Hasilnya? lingkaran hitam di sekitar mata.

Muncul kerutan pada wajah

Secara alami, kulit akan mengalami penuaan. Namun, stres dapat mempengaruhi otak kita yang menyebabkan keriput timbul lebih cepat. Ketika merasa cemas, sedih maupun merasa lelah akibat kurang istirahat. Lambat laun, kita bisa melihat garis halus atau kerutan di sekitar kening, mulut dan mata.

Kulit terlihat kusam dan mudah berjerawat

Kulit akan terlihat kusam ketika dilanda stres karena saat stres tubuh mudah kehilangan cairan. Akibatnya, tidak mampu menyingkirkan sel-sel kulit mati. Selain kulit kusam, stres juga dapat menimbulkan rasa gatal serta serpihan atau 'flaky' pada wajah. Dr. Hafeez mengatakan bahwa stres menyebabkan peradangan yang menyebabkan rash, rosacea maupun eksim. Jerawat pada wajah juga dapat menjadi salah satu tanda akibat stres.

Wajah tampak lelah

Stres secara tidak langsung mempengaruhi produksi kolagen sehat dalam kulit. Sehingga, kulit akan tampak kusam dan membuat wajah terlihat lelah. Karena selain kolagen, stres juga membuat produksi melanin menurun. Padahal melanin merupakan pigmen yang memberikan warna pada kulit.

Rambut rontok

Tidak hanya berdampak pada kulit, stres juga dapat menyebabkan rambut rontok secara tiba-tiba. Ketika seseorang mengalami stres berat, folikel rambut menjadi prematur lalu diikuti dengan kerontokan rambut.

Sekarang setelah Anda mengetahui tanda-tanda stres kulit, bagaimana cara untuk mengatasinya? Menurut Dr. Hafeez, solusi terbaik adalah mengelola penyebab stres itu sendiri. Dan ini bisa berarti mengubah kebiasaan-kebiasaan tak sehat yang selama ini Anda pelihara.

Jumat, 20 Juli 2018

Xparring, rancang aplikasi khusus buat pecinta olahraga bulu tangkis


Bulu tangkis termasuk olahraga yang sudah lama disukai oleh masyarakat Indonesia. Sayangnya, perkembangan olahraga yang kini digeluti Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon ini mengalami hambatan karena sulitnya menemukan lapangan dan lawan main.

Walau bisa mendaftarkan diri dalam komunitas, kenyataannya mereka kesulitan menyesuaikan waktu dan mencari rekan main yang punya kemampuan seimbang cukup sulit. Masalah itulah dialami Marchello Judhandoyo. Berawal dari keinginan untuk membuat badminton menjadi olahraga yang mudah bagi semua orang, akhirnya datanglah ide untuk membuat startup Xparring. Ini dia penghubung rekan bagi siapa saja yang ingin berolahraga bulu tangkis.

Berawal dari hobi

Marcello yang memang menyukai kegiatan berolahraga merasakan kesulitan untuk mencari partner saat berlatih. Melihat adanya peluang yang menjanjikan, mahasiswa Teknik Elektro Unika Atma Jaya ini mengajak Victor Fernando dan dua kolega lainnya mendirikan startup layanan on-demand untuk kebutuhan aktivitas olahraga, khususnya badminton dengan nama Xparring.

Manfaat gunakan Xparring

Buat yang menggunakan aplikasi Xparring dapat menentukan sekaligus memesan lapangan untuk berlatih bulu tangkis. Selain itu, penggunanya pun dimudahkan untuk bertemu orang baru sehingga dapat berlatih bersama-sama. Bukan hanya dapat mendukung kegiatan berolahraga sekaligus mempromosikan bulu tangkis, tapi juga membantu pengguna untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasinya.

Cara mudah, fitur lengkap

Untuk menggunakan aplikasi ini cukup mudah. Hanya dengan mendaftarkan profil pribadi, pengguna bisa melihat fasilitas olahraga seperti lapangan terdekat, kemudian memilih untuk bergabung dengan komunitas yang sudah ada. Kamu tinggal datang dan berlatih bersama di waktu dan tempat yang sudah ditentukan. Praktis, kan!

Aplikasi ini juga dilengkapi fitur pengamanan profil dan layanan percakapan teks yang akan memudahkan pengguna untuk saling berinteraksi satu sama lain. Hal ini diharapkan tidak hanya dijadikan media untuk mencari lawan tanding, tapi juga menambah teman baru yang memiliki kesamanaan minat.

Harapan bagi Xparring

Agar aplikasinya menarik banyak penggemar olahraga, Marcello mempertimbangkan fungsi gamification yang bikin penggunanya lebih nyaman. Selain itu, sistem profilnya dibuat lebih interaktif agar Xparring dapat digunakan secara berkelanjutan. Target ke depan, Xparring diharapkan dapat merangkap sebagai platform e-commerce di masa depan dengan menggandeng beberapa brand alat olahraga terkemuka.

Meningkatkan pergaulan antar pengguna yang punya minat yang sama sekaligus menyehatkan tubuh menjadi tujuan Xparring yang bisa dijadikan panutan. Jika punya ide yang dapat membawa social impact buat masyarakat, jangan hanya didiamkan saja. Wujudkan dengan bantuan The NextDev sebagai platform early stage startup di Indonesia yang akan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi startup tahap awal.

Penyebab Leukimia, gejala dan cara mengobati yang paling ampuh


Penyakit Leukimia merupakan salah satu mimpi buruk bagi sebagaian orang. Bagaimana tidak, Leukimia tergolong penyakit yang dapat menggerogoti daya tahan tubuh dengan cepat.

Pertengahan tahun 2017 lalu, Ferry Wijaya suami dari artis Ririn Ekawati meninggal dunia lantaran Leukimia. Kanker darah yang dialami oleh Ferry Wijaya diketahui sudah dideritanya sejak empat tahun sebelumnya. Baru-baru ini, anak dari penyanyi Denada, didiagnosis oleh dokter mengidap Leukimia. Putri cantik bernama Shakira tersebut masih berusia 5 tahun dan kini terbaring di Rumah Sakit di Singapura sejak 1,5 bulan belakangan.

Penyebab Leukimia sebenarnya sudah banyak dibahas di berbagai sumber. Mulai dari buku, jurnal, bahkan di internet pun tidak kurang-kurang. Namun tetap saja ada sejumlah orang yang tidak tahu penyebab Leukimia yang sebenarnya cukup dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Ini tidak bisa disepelekan mengingat efek dari Leukimia cukup mengerikan.

Sebelum membahas tentang penyebab Leukimia, alangkah baiknya kita tahu dulu apa itu Leukimia.

Leukimia adalah...


Leukimia adalah kanker yang menyerang sel darah dan sumsum tulang belakang, atau dikenal juga dengan kanker darah. Leukimia memengaruhi produksi dan fungsi leukosit atau sel darah putih dalam melawan infeksi, karena DNA darah mengalami kerusakan. Kondisi tidak normal tadi menyebabkan sumsum tulang belakang memroduksi sel darah putih secara berlebihan. Hal ini mengakibatkan penumpukan dalam sumsum tulang dan mengurangi jumlah sel darah yang sehat.

Nah, berikut ini kita akan membahas penyebab Leukimia yang jarang diketahui kebanyakan orang.

Penyebab Leukimia


Penyebab Leukimia secara umum sebenarnya belum diketahui secara pasti. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab Leukimia, mulai dari kelainan kromosom, paparan polusi, paparan radiasi, merokok, obesitas, dan lain sebagainya.

Dengan kata lain, penyebab Leukimia bisa berasal dari faktor eksternal dan internal tubuh. Faktor penyebab Leukimia secara eksternal adalah termasuk paparan radiasi, polusi, zat kimia tertentu yang berbahaya.

Paparan radiasi


Sebuah penelitian menemukan bahwa radiasi dalam jumlah rendah tetap bisa meningkatkan risiko seseorang terkena leukimia. Itulah sebabnya wanita yang sedang hamil sangat tidak disarankan untuk melakukan rontgen atau pemeriksaan sinar X. Hal ini untuk menjaga agar risiko si jabang bayi terkena leukimia bisa ditekan.

Unsur kimia Radon


Anda juga harus waspada dengan Radon. Unsur kimia dengan sifat radioaktif yang berwujud gas tidak berwarna serta tidak berbau ini, ternyata secara alami bisa ditemukan di lingkungan sekitar dan masuk ke dalam rumah. Bila terhirup, partikel alpha yang dipancarkan radon berpotensi menyebabkan kanker leukimia. Salah satu sumber produksi Radon datang dari proses pemecahan alami dari uranium. Proses ini bisa terdapat dari bebatuan volkanik dan dari tanah. Namun, dalam beberapa kasus, air sumur pun ada yang mengandung Radon. Jadi, selalu pastikan ventilasi rumah Anda memadai dan udara bisa mengalir dengan baik, karena Radon yang lebih berat dari udara biasanya akan mengendap dekat dengan lantai. Cek juga sumber air di rumah Anda.

Benzena


Selain dalam bensin, senyawa kimia organik yang dikenal dengan nama benzena atau benzol ini juga banyak digunakan dalam produksi obat, plastik, bensin, karet buatan, tinta printer, serta pewarna rambut. Padahal, benzena ini ternyata bersifat karsinogenik atau bisa menyebabkan kanker! Anda juga bisa terpapar benzena dalam kadar tinggi bila merokok atau menggunakan shisha dengan tambahan tembakau. Semakin sering dan semakin banyak Anda terpapar benzena, risiko Anda terkena kanker leukimia juga akan semakin tinggi.

Rokok dan kopi


Lagi-lagi rokok menjadi penyebab penyakit mematikan. Sebuah studi di tahun 2009 menunjukkan bahwa risiko terkena leukimia bukan hanya bagi orang dewasa yang merokok, tapi juga anak dengan orangtua perokok, termasuk bila orangtua sudah merokok sebelum masa kehamilan. Ini dikarenakan karsinogen yang ada dalam rokok diserap oleh paru-paru dan dialirkan melalui pembuluh darah. Sedangkan data dari studi French ESCALE tahun 2013 memperlihatkan hasil bahwa meminum lebih dari 2 cangkir kopi setiap hari selama masa kehamilan bisa sedikit meningkatkan risiko bayi terkena leukimia.

Obesitas


Masih belum mulai menjalankan pola makan sehat dan olahraga teratur? Ayo segera bulatkan niat, karena orang yang mengalami obesitas atau berat badan berlebih memiliki risiko terkena kanker leukimia yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang berat badannya normal.

Meski belum ada praktik yang benar-benar terbukti bisa mencegah leukimia, para dokter dan peneliti merekomendasikan Anda untuk berhenti merokok, menjalankan gaya hidup sehat, menghindari radiasi, menghindari paparan terhadap bahan kimia (termasuk lem, produk pembersih rumah, detergen, serta cat lukis), serta melakukan pemeriksaan darah secara rutin.

Gejala Leukimia


Secara umum, gejala Leukimia di tahap awal tidak begitu terlihat. Namun, Anda dapat mewaspadai salah satu gejala Leukimia berikut ini yang timbul.

  • Anemia dan gejala yang terkait, seperti kelelahan, pucat di bibir, pucat di konjungtiva mata bisa menjadi salah satu tanda gejala leukemia.
  • Kecenderungan untuk memar atau mudah berdarah, termasuk perdarahan dari gusi dan hidung, atau darah dalam tinja atau urine bisa menjadi salah satu gejala leukemia.
  • Selain itu, gejala leukemia salah satunya juga kerentanan terhadap infeksi seperti sakit tenggorokan atau pneumonia bronkial, yang bisa disertai dengan sakit kepala, demam ringan, sariawan, atau ruam kulit.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening, biasanya di tenggorokan, ketiak, atau selangkangan.
  • Kehilangan nafsu makan dan berat badan juga merupakan salah satu gejala leukemia.
  • Ketidaknyamanan di bawah tulang rusuk kiri bawah (yang disebabkan oleh limpa bengkak).
  • Jumlah sel darah putih yang sangat tinggi dapat mengakibatkan masalah penglihatan karena perdarahan retina, telinga berdenging (tinnitus), perubahan status mental, ereksi berkepanjangan (priapismus), stroke, ataupun kejang karena perdarahan di otak. Jika beberapa gejala leukemia ini muncul, maka siapa pun harus waspada.

Cara mengobati Leukimia


Pada dasarnya cara mengobati Leukimia bisa dibilang harus dengan seksama. Pasalnya, tujuan pengobatan Leukimia ini adalah untuk menghancurkan sel-sel kanker dan memungkinkan sel darah yang normal dibentuk di dalam sumsum tulang. Keputusan pengobatan leukemia didasarkan pada jenis leukemia yang dimiliki, stadium penyakit, usia dan kondisi kesehatan secara umum.

Jenis leukimia sendiri dilihat melalui pemeriksaan mikroskopis sumsum tulang, apakah jenis leukimia limfoblastik atau mieloblastik. Pemeriksaan ini juga dapat menentukan apakah leukimianya masuk kategori akut atau kronis.

Leukimia Limfoblastik akut


Cara mengobati leukemia limfoblastik akut (ALL) memiliki 3 langkah yang terdiri atas tahap induksi, konsolidasi, dan pemeliharaan.

Leukimia mieloblastik akut


Pengobatan leukemia mieloblastik akut (AML) didasarkan pada susunan genetik dari sel myeloid normal. Rencana pengobatannya biasanya memiliki 2 langkah yang meliputi induksi remisi dan terapi pasca-remisi.

Terdapat subtipe dari AML disebut promyelocytic leukemia akut, sehingga pasien mendapatkan obat-obatan lain, seperti arsenik trioksida dan obat all-trans retinoic acid (ATRA). Transplantasi sel induk dan kemoterapi juga digunakan ketika leukemia tidak respon terhadap pengobatan atau jika AML kambuh kembali.

Leukemia Limfositik Kronis (CLL)


Berikut ini adalah pilihan pengobatan leukemia limfositik kronis, diantaranya:

  • Terapi radiasi. Ini dapat digunakan untuk mengobati kelenjar getah bening yang bengkak karena terlalu banyak limfosit abnormal.
  • Cara ini merupakan kombinasi dari obat leukemia, termasuk antibodi monoklonal.
  • Ketika CLL tidak respon terhadap pengobatan, atau jika kambuh kembali setelah pasien telah reda gejalanya selama beberapa waktu tertentu, cara mengobati leukemia yang seperti ini adalah dengan kemoterapi lebih atau transplantasi sumsum tulang.

Pasien CLL tidak mampu melawan infeksi dengan baik. Pasien dan dokter perlu untuk waspada dan memeriksa apakah ada tanda-tanda infeksi, seperti pneumonia (infeksi paru) atau infeksi jamur. Pengobatan dini akan membantu pasien bertahan hidup lebih lama. Obat leukemia disesuaikan dengan tingkat keparahan leukemia yang dideita oleh pasien.

Leukimia Mieloblastik Kronis


Leukimia mieloblastik kronis (CML) perlu diobati dengan segera. Bagi orang-orang yang baru didiagnosis pada tahap awal CML (fase kronis), tyrosine kinase inhibitor dapat bekerja selama bertahun-tahun. Jika pasien tidak menunjukkan kekambuhan, pasien tidak perlu melakukan transplantasi sumsum tulang. Tetapi jika pasien kambuh, sebaiknya pasien melakukan transplantasi sumsum tulang.

Sementara untuk orang-orang yang didiagnosis CML pada tahap selanjutnya (fase akselerasi atau fase krisis blast), pengobatan mungkin melibatkan kemoterapi atau tyrosine kinase inhibitor sebelum dilakukannya transplantasi sumsum tulangguna meningkatkan kemungkinan keberhasilan operasi transplantasi sumsum tulang. 

Senin, 16 Juli 2018

Kampanyekan Gerakan Indonesia Sehat, Le Mineral & IDI kembali adakan Water Run 2018


Le Minerale bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDaI) kembali mengadakan Le Minerale Water Run. Di tahun ketiga kampanye Gerakan Indonesia Sehat (GIS), Le Minerale Water Run 2018 akan diadakan di dua kota, yaitu Jakarta pada tanggal 22 Juli dan Surabaya pada tanggal 5 Agustus.

Kampanye Gerakan Indonesia Sehat ini bertujuan untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat Indonesia untuk menerapkan gaya hidup sehat. Dan Le Minerale ingin menyampaikannya dengan cara yang asyik dan seru melalui Water Run 2018 dan tentunya masih berpegang pada tiga pilar, yaitu move right, eat right, dan drink right.

"Ini adalah kegiatan Gerakan Indonesia Sehat melalui 3 pilar, move right eat right dan drink right. Kita mengulangi lagi dari tahun kemarin. Tahun ini akan lebih banyak kegiatannya," kata Marketing Manager RTD Coffe & Water PT Mayora Indah Tbk saat press conference Water Run 2018, Jakarta, Senin (16/6).

Penerapan tiga pilar Gerakan Indonesia Sehat ini merupakan suatu hal yang penting. Menurut dr Ulul Albab Sp.Og mewakili Ikatan Dokter Indonesia, memiliki pola hidup yang sehat dapat dimulai dengan menerapkan gaya hidup sehat yaitu berolahraga secara teratur, konsumsi makanan bergizi seimbang dan salah satu pilar gaya hidup yang paling penting adalah drink right.

Ia melanjutkan, minum bukanlah sekadar untuk melepas dahaga saja tapi juga harus membiasakan diri untuk mengonsumsi minuman yang tepat. Oleh karena itu, penting untuk diperhatikan bahwa air minum adalah air yang memiliki kandungan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.

"Kita (IDI) tergerak bersama brand ini coba memikirkan apa yang bisa dilakukan. Dari literatur ada 3 hal yang sangat simple dan efeknya luar biasa. Apa itu? ialah bagaimana kita bergerak dengan benar, makan dengan benar, dan minum dengan benar. Move right, eat right, drink right," kata Ulul.

Di tahun 2018 ini, Febri mengatakan akan lebih banyak kegiatan yang bisa dilakukan di Water Run 2018. Selain akan diadakan di Jakarta, tepatnya di Sarinah dan Surabaya di Grand City Mall, dengan target 7000 peserta, kali ini juga akan ada Le Minerale One Week Challenge. Yaitu kompetisi hidup sehat yang diadakan di Sosial Media Instagram selama satu minggu dan tentunya yang beruntung akan mendapatkan berbagai hadiah menarik.

Selain itu, di tahun ini juga Le Minerale juga akan menyumbangkan sebanyak 2 juta botol Le Minerale gratis ke seluruh rumah sakit yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Di luar lari apalagi sih yang bisa dilakukan? kotanya pertama kita tambahkan, jadi untuk menjangkau masyarakat lebih luas. Kemudian kita juga mengadakan Le Minerale one week healthy challenge jadi beri tantangan. Kita adakan di sosial media melalui instagram. Jadi tiap hari konsumen akan dichallenge. Tentunya kegiatan ini berhubungan dengan eat right, move right dan drink right. Nantinya akan kita beri hadiah," ujar febri.

"Tidak berhenti sampai di situ, tahun ini yang cukup besar kita lakukan membagikan dua juta botol Le Minerale ke rumah sakit rumah sakit di seluruh Indonesia," lanjutnya.