Minggu, 17 Juni 2018

Twitter berantas akun palsu, Katy Perry kehilangan 2,8 juta follower


Setelah mendapat laporan bahwa Rusia ikut campur dalam pemilu Amerika Serikat 2016 lalu menggunakan akun sosmed palsu, Twitter langsung memberikan tindakan. Twitter muai mengunci akun yang dianggap mencurigakan dan diduga palsu.

Efeknya, akun tersebut tidak terhitung dalam pengguna aktif harian. Bahkan akun tersebut tidak terhitung dalam follower. Dan lihat apa yang ditemukan berikut ini.

Bintang pop dan juri American Idol, Katy Perry langsung kehilangan follower di Twitter sebanyak 2,8 juta pengguna! Seperti yang kita tahu, Katy Perry merupakan salah satu penyanyi yang memiliki follower terbanyak dengan 107 juta orang sebelum Twitter 'bersih-bersih'. Kini, 2,8 juta follower hilang yang mana itu adalah 2,6 persen dari total follower Katy.

Lantas bagaimana dengan target awal?

Target awal adalah Pilpres AS 2016 lalu. Donald Trump ternyata hanya kehilangan 300.000 follower setelah Twitter 'bersih-bersih'. Data saat ini masih ada 53,1 juta akun Twitter yang follow Sang Presiden.

Di antara akun terkemuka dan yang terverifikasi dan nyaris tidak terpengaruh terhadap aksi 'bersih-bersih' tersebut adalah Elon Musk. Pendiri dan CEO SpaceX tersebut hanya kehilangan 71.000 followernya, yang mana itu adalah 0,3 persen dari total. Hal ini membuatnya memiliki follower sebanyak 22,2 juta follower.

"Kebanyakan orang akan melihat perubahan. Kami memahami ini mungkin sulit bagi sebagian orang. Tetapi kami percaya akurasi dan transparansi menjadikan Twitter layanan yang lebih terpercaya untuk percakapan publik. Meskipun ada perubahan yang mungkin signifikan dalam beberapa hari ke depan," ujar Twitter. 

0 komentar:

Posting Komentar