Minggu, 23 September 2018

Berita Timur Tengah Tentang Benjamin Netanyahu


Berita Timur Tengah- Benjamin Netanyahu selaku Perdana Menteri Israel telah melakukan perjalanan ke Mesir pada bulan Mei secara diam-diam. Perjalanan itu dilakukan dengan tujuan untuk menemui Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi guna membahas masalah gencatan senjata yang terjadi di Gaza. Hal ini seperti yang diberitakan stasiun berita Channel pada hari Senin yang melaporkan bahwa Benjamin Netanyahu dan Abdel Fattah Al-Sisi membahas masalah gencatan senjata jangka panjang di Jalur Gaza dan kemungkinan kembalinya Otoritas Palestina ke wilayah Gaza pada 22 Mei.
Pertemuan antara Perdana Menteri Israel dan Presiden Mesir itu diadakan beberapa hari setelah demo mematikan pada 14 Mei di sepanjang perbatasan Gaza terhadap pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem al-Quds. Menurut pihak medis di Gaza, jumlah warga Palestina yang mati tertembak berjumlah sekitar 58 orang dan korban yang terluka lebih dari 27.000 jiwa akibat penembakan yang dilakukan oleh oleh Israel. Seorang bayi dan seorang pria yang mengalami luka parah akhirnya tewas sehingga menambah jumlah korban menjadi 60 jiwa. Untuk berita timur tengah bisa anda akses di media berita online matamatapolitik.com yang memberikan berita terkini dan terupdate.
Orang Palestina dari seluruh dunia akan mengatur demonstrasi untuk memperingati pertumpahan darah yang menandai peringatan penggusuran secara paksa ratusan ribu orang Palestina dari tanah air mereka yang terjadi pada tahun 1948 lalu setiap tahun yang lebih tepatnya dilakukan pada 15 Mei. Berita Timur Tengah terbaru memberitakan bahwa hari Senin, Avidgor Lieberman selaku Menteri Urusan Militer Israel mengatakan bahwa pertempuran antara Israel dan Palestina dijalur Gaza tidak dapat dihindari. Selain pertempuran diperbatasan, ada juga serangan militer besar antara Israel dan Hamas sejak Juli. Pada hari Kamis, para pejabat Palestina menegaskan bahwa gerakan perlawanan Hamas dan rezim Israel telah menyetujui gencatan senjata yang dimediasi oleh Mesir untuk menghentikan tembakan lintas perbatasan di Jalur Gaza.
Mediasi itu terjadi setelah dua hari serangan udara yang dilakukan Israel terhadap setidaknya 150 posisi di Gaza. Serangan udara diluncurkan setelah roket jarak jauh yang ditembakkan dari garis pantai Palestina menghantam daerah yang tak berpenghuni di selatan wilayah Palestina yang diduduki. Hamas mengaku bertanggung jawab atas serangan roket itu, menekankan bahwa mereka melakukan pembalasan atas pembunuhan dua orang Palestina oleh pasukan Israel. Israel telah menewaskan lebih dari 150 orang sejak Maret ketika Palestina mulai mengorganisir protes perbatasan untuk menuntut diakhirinya blokade dan kembalinya warga Palestina ke wilayah-wilayah pendudukan. Untuk dapat mengakses Berita Timur Tengah yang terupdate bisa anda temukan di matamatapolitik.com.

0 komentar:

Posting Komentar