Senin, 01 Oktober 2018

Cara membuat gelato caramel lembut dan simpel, tanpa mixer


Hobi ngemil gelato di cafe atau gelateria? Es krim ala Italia ini memang enaknya kebangetan. Benar-benar lembut dan creamy. Terutama gelato yang terbuat dari buah. Benar-benar terasa buah asli. Jadi penasaran bagaimana cara membuat gelato, ya?

Ternyata cara membuat gelato ala Italia itu nggak terlalu sulit, kok. Bahkan tidak butuh ice cream maker atau mixer. Pakai whisk alias kawat pengocok juga sudah cukup.

Berikut ini resep gelato karamel yang super simpel. Silakan disimak langkah demi langkah pembuatannya.

Bahan (untuk 4 porsi):

  • 375 ml susu cair
  • 180 ml krim kental
  • 125 gram gula pasir
  • 3 butir kuning telur
  • 1 sendok teh esens vanili
  • 1/4 sendok teh garam
  • topping jam rasa karamel secukupnya

Cara membuat gelato karamel:

  1. Panaskan panci anti-lengket, kemudian masukkan gula pasir. Masak dengan api kecil sampai gula meleleh dan menjadi karamel berwarna kecoklatan.
  2. Masukkan krim kental sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan kawat pengocok (whisk) sampai tercampur rata.
  3. Tuang susu cair, kemudian aduk rata. Besarkan api dan masak selama 3 menit.
  4. Kocok kuning telur di baskom dengan kawat pengocok sampai rata. Ambil setengah adonan susu dan tuangkan ke kocokan kuning telur sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga rata dan kental.
  5. Kecilkan api. Tuang adonan kuning telur ke susu yang masih direbus tadi sedikit demi sedikit sambil diaduk. Masak hingga mengental. kemudian angkat dari kompor.
  6. Tambahkan garam dan esens vanili pada campuran susu dan telur tadi. Tuang ke dalam wadah yang memiliki tutup. Tunggu sampai uap panas hilang, kemudian bekukan di freezer.
  7. Sajikan gelato yang sudah beku. Ambil satu scoop, tuang ke dalam gelas atau mangkuk. Setelah itu sajikan bersama caramel topping jam.

Gelato juga bisa disajikan bersama potongan buah seperti pisang dan stroberi. Bisa juga ditambahkan cincangan almond atau potongan cake.

Catatan:

Krim kental merupakan kepala susu dengan kandungan lemak sekitar 30-40%. Biasa dijual supermarket atau toko bahan kue dengan label 'whipping cream'.

Obesitas sehat ternyata tak berada pada angka kematian tinggi


Sebagian orang berpikir jika obesitas itu tidak sehat. Namun ternyata, baru baru ini hasil penelitian menyatakan bahwa bertubuh gemuk belum tentu tak sehat loh.

Para penelitian di York University, Toronto menemukan, kegemukan atau obesitas tidak meningkatkan risiko kematian kecuali hal tersebut ditambahkan dengan faktor risiko lain seperti gula darah tinggi atau tingkat kolesterol jahat yang tinggi.

"Ini sangat berbeda dengan kebanyakan literatur," tulis Jennifer Kuk, profesor kinesiologi York University dalam siaran persnya, dilansir dari New York Post.

Dia mengatakan, sebelumnya banyak studi yang mendefinisikan obesitas "sehat" sebagai memiliki sampai satu faktor risiko metabolik, yang merupakan masalah karena kondisi seperti gula darah tinggi dan kolesterol jahat, yang bisa saja membunuh siapa saja, baik orang gemuk atau kurus.

"Ini mungkin mengapa sebagian besar penelitian telah melaporkan bahwa obesitas yang sehat masih terkait dengan risiko kematian yang lebih tinggi," tambah Kuk.

Cara Penelitian


Penelitian ini mengamati data dari 54.089 pria dan wanita dalam lima penelitian besar. Mereka membaginya menjadi dua kelompok. Satu yang mengalami obesitas dan tidak memiliki faktor risiko metabolik dan yang satu mengalami obesitas dan memiliki masalah metabolisme seperti peningkatan glukosa, tekanan darah, atau lemak.

Peneliti melihat berapa banyak orang dalam setiap kelompok yang meninggal, dan membandingkan jumlah mereka dengan tingkat kematian untuk orang dengan berat badan rata-rata yang tidak memiliki faktor risiko metabolik.

"Kami menemukan bahwa orang dengan berat badan normal tanpa faktor risiko metabolik lainnya, sama kemungkinannya untuk meninggal seperti orang obesitas tanpa faktor risiko," papar Kuk.

Menurut temuan itu, individu dengan obesitas yang sehat secara metabolik sebenarnya tidak berada di tingkat kematian yang tinggi.

Namun tak ada salahnya jika kita aktif berolahraga. Tak hanya untuk mengurangi berat badan, olah raga juga baik untuk meningkatkan imunitas tubuhagar tak mudah sakit.

Miracle: face reshaping bikin wajah tambah cantik dan proporsional


Tampil cantik dalam setiap kesempatan, perempuan mana yang tidak suka. Pasalnya, setiap perempuan selalu ingin tampak cantik dan sempurna di hadapan banyak orang. Banyak faktor untuk itu, tapi salah satunya adalah faktor pekerjaan, yang menuntut seorang perempuan berpenampilan baik. Bahkan tak sedikit perusahaan atau organisasi kini memiliki standar penampilan bagi karyawannya.

Gaya hidup kaum urban yang sulit lepas dari internet, juga membuat banyak kaum Hawa dari berbagai generasi ingin selalu tampil sempurna agar bisa eeksis di sosial media. Dalam kondisi tersebut, metode face reshaping menjadi tren di industri kecantikan.

Metode face reshaping adalah membentuk wajah seseorang agar lebih ideal dan proporsional, sehingga menjadi lebih cantik dan menarik. Namun, untuk mendapatkan bentuk wajah proporsional, pembentukan wajah bukan sekadar membuat wajah menjadi tirus atau hidung lebih mancung. Banyak faktor-faktor penting yang harus diperhitungkan dan diperhatikan dalam melakukan face reshaping ini.

Founder dan President Director Miracle Aesthetic Clinic Group, dr. Lanny Juniarti Dipl. AAAM, menjelaskan bermacammacam karakter kecantikan perempuan di dunia. Misalnya, karakter kecantikan perempuan khas Eropa dengan Latin maupun Asia pasti berbeda. Di benua Asia saja berbeda, seperti tampilan kecantikan khas India dengan Korea, maupun Cina dengan Mongolia.

Bahkan di Indonesia saja, karakter kecantikannya juga berbeda-beda, karena terdapat berbagai ragam suku di Tanah Air. Selain itu, ada rasio-rasio kecantikan untuk ukuran proporsi wajah yang perlu diperhatikan dalam melakukan face reshaping. Agar mendapat hasil tampilan ideal bagi setiap individu, jadi tidak hanya asal mengubah, menambahkan atau mengurangi bentuk wajah.

Dalam face reshaping, kita harus mengetahui jenis perawatan mana yang tepat untuk setiap karakter wajah. Bagaimana kita dapat membuat tampilan wajah tersebut menjadi proporsional, tapi tetap terlihat natural. Tanpa memperhitungkan rasio-rasio kecantikan dalam ilmu estetika dan memperhatikan karakter wajah seseorang, hasil face reshaping dapat terlihat tidak alami, ujar dr Lanny, usai menghadiri peluncuran kampanye baru Miracle bertajuk Every Beauty Should Be A Masterpiece di Jakarta, baru-baru ini.

Apalagi kini mulai banyak terjadi kasus facial overfilled syndrome. Ini kondisi yang mana wajah seseorang terlalu berlebihan menerima suntikan filler, yang membuat bentuk wajahnya terlihat tidak ideal atau proporsional dan tidak natural. Salah satu kasus ini adalah pillow face, yaitu cairan filler terlalu banyak dimasukkan pada area pipi, sehingga pipi menjadi sangat menonjol dan terlihat tembam.

Kita harus ingat bahwa tujuan face reshaping adalah membuat wajah seseorang menjadi lebih ideal dan proporsional, sehingga seorang perempuan tampil lebih menarik, menunjukkan kecantikan versi terbaiknya dengan tetap mempertahankan ciri khas karakter kecantikan individualnya, ucapnya.

Kampanye baru


Bertepatan dengan 22 tahun di industri estetika Indonesia, Miracle Aesthetic Clinic menggelar kampanye baru bertajuk Every Beauty Should Be A Masterpiece. Untuk mendukung kampanye baru tersebut, pihaknya melibatkan tiga perempuan Indonesia dengan latar belakang suku berbeda dalam project Miracle Beauty Transformation.

Ketiga perempuan tersebut menjalani serangkaian perawatan di Miracle, antara lain Ultherapy, Miracle Botox Cosmetic, dan Miracle Dermal Filler di Miracle Jakarta, Surabaya, dan Bali. Proyek ini dilakukan sejak Desember 2017 hingga Juli 2018. Tujuannya, menyempurnakan bentuk wajah ketiga perempuan tersebut, sehingga mendekati kriteria bentuk wajah idealnya, tanpa menghilangkan kekhasan ethnic beauty masing-masing. Ketiganya mewakili kekhasan kecantikan wanita suku Jawa, Bali, dan Indonesia keturunan Tionghoa.