Rabu, 03 Juli 2019

Cara Mendidik Balita Yang Tepat


Kalau Mam adalah orangtua baru, mendidik balita adalah hal yang menyenangkan. Saat usia ini, si kecil sudah bisa bergerak dan aktivitas dengan cepat dan ia mulai mampu mengungkapkan keinginannya. Meski demikian, sering kali si kecil punya batasan terhadap sesuatu. Nah, mendidik anak hebat juga butuh strategi yang hebat. Kenali caranya berikut ini:

Tunjukan rasa cinta Anda

Mam, usahakan untuk tetap sabar saat mendidik si kecil. Sebagai orang tua tentunya harus bisa membimbing dan harus bisa mengarahkan anak ke arah yang lebih baik. Tunjukan rasa cinta dan ciptakan lingkungan yang kondusif. Si kecil juga akan cepat belajar bila Mam menghargai usahanya. 

Prioritaskan Aturan

Si kecil belum terbiasa menerima begitu banyak informasi. Jadi Mam jangan memberikan aturan yang terlalu banyak, cukup kasih prioritas saja seperti yang baik. Nah, latih si kecil dengan hal paling sederhana sampai ia terbiasa dan kemudian lanjutkan ke peraturan berikutnya. 


Yang pasti, Mam mendidik si kecil demi kebaikannya. Nah, ini saatnya Mam jelaskan konsekuensi bila si kecil tidak melakukannya. Kalau suatu ketika ia tidak patuh aturan dan ia mengalami masalah, biarkan ia merasakan konsekuensinya dan paham kenapa Mam melarangnya. Dengan catatan hal ini tidak berbahaya. 

Pastinya mendidik si kecil butuh jam terbang. Seiring dengan berjalannya waktu, Mam akan paham bagaimana cara mengatasinya. 

Kenalkan si kecil dengan lingkungan sekitar

Mam, mengajarkan si kecil untuk bisa berinteraksi dan bersosialisasi itu sangat penting loh. Melalui interaksi yang moms ajarkan bisa melatih si kecil untuk berkoordinasi dengan lingkungan dan orang disekitar. Ajarkan juga si kecil untuk berkomunikasi dengan baik sesuai dengan usia nya. Dengan begitu moms, si kecil sejak dari dini dipupuk untuk memiliki rasa kepedulian baik terhadap lingkungan sekitar maupun terhadap orang lain yang berada di sekitarnya.Mom, sebagai orang tua yang bijak , kita juga harus paham bahwa kepribadian si kecil juga harus diarahkan untuk memiliki kecakapan sosial selain kecakapan intelegensi. Dengan begitu baik secara personal maupun interpersonal si kecil bisa terbentuk menjadi pribadi kuat yang cerdas baik secara intelegensi maupun di kehidupan sosialnya.

0 komentar:

Posting Komentar