Kamis, 12 September 2019

Intip Beberapa Bahaya Narkoba Berdasarkan Jenisnya


Narkoba merupakan zat-zat aditif yang mengakibatkan hilangnya kesadaran dan mempengaruhi susunan saraf sentral. Menurut Ghoodse merupakan zat kimia untuk merawat kesehatan dalam organ tubuh sehingga terjadi beberapa perubahan fungsi dalam tubuh, hal ini akan menyebabkan ketergantungan secara fisik dan psikis sehingga jika zat dikonsumsi maka terjadi kerusakan pada fisik dan psikis penggunanya. Bahaya narkoba sudah tidak dapat di batasi jika sudah terlalu lama mengonsumsinya. Resiko gangguan kesehatan pada tubuh adalah berupa gangguan pengaruh kemampuan penderita dalam menjalani hidup sehat dan pengaruh obat akan berlangsung dalam waktu yang lama.

Selain itu akan memberikan efek berupa perubahan sel saraf dan otak yang mengganggu komunikasi antar sel saraf bekerja. Setelah mengonsumsi akan menghentikan efek dalam waktu yang cukup lama untuk menghilangkan efeknya. Dapat juga memberikan efek dehidrasi dan tidak seimbangnya elektrolit sehingga membuat pengguna narkoba menjadi kejang-kejang, halusinasi, sakit pada bagian dada, memiliki sifat agresif dan jika penggunaan jangka panjang akan merusak otak. Obat-obat terlarang ini dapat menyebabkan kehilangan ingatan, kebingungan dan koordinasi fungsi tubuh yang terganggu serta menurunnya tingkat kesadaran. Halusinasi merupakan efek samping yang menyebabkan tekanan darah dan denyut nadi meningkat, serta memiliki gangguan kecemasan dan paranoia, jika tidak segera di konsultasikan ke dokter dalam menyebabkan kematian.

Berikut adalah bahaya narkoba berdasarkan jenis:

  • Ganja biasanya digunakan untuk rokok atau di isap melalui pipa dengan bahaya jangka pendek yaitu merasakan sensasi melayang-layang, perubahan suasana hati, gerakan tubuh terbatas, sulit berpikir, daya ingat terganggu, respon menjadi lambat dan untuk bahaya jangka panjang yaitu denyut jantung, gangguan pernapasan, dan gangguan kehamilan.
  • Sabu merupakan jenis narkoba yang diminum dengan bentuk pil dan menyuntikkan larutan sabu, dengan bahaya jangka pendek napas terburu-buru, insomnia, nafsu makan hilang, tekanan darah naik dan bahaya jangka panjang resiko HIV, gigi dan gusi hancur, gatal kronik pada luka, sikap agresif dan halusinasi.
Selain itu, ekstasi merupakan obat stimulan keras dan halusinogen dengan bahaya jangka pendek yaitu sensasi bahagia, menggigil, keringat dingin, mual dan kram otot dan bahaya jangka panjang yaitu perilaku impulsif dan susah mengingat, nafsu makan hilang, gairah seks menurun dan gangguan tidur. Heroin dengan penggunaan suntik, hirup atau isap dengan bahaya jangka pendek seperti mulut kering, kaki dan tangan terasa berat, kerusakan otak dan gangguan fungsi jantung, dan bahaya jangka panjang yaitu penyakit hati dan ginjal, infeksi katup jantung, gigi dan gusi hancur dan nafsu makan hilang, hingga kematian.

Untuk menghindari narkoba makanya sebaiknya menjalin komunikasi dengan orangtua sehingga setiap masalah dapat dibicarakan. Fokus pada hal positif dengan mengejar prestasi dan terlibat dalam kegiatan positif dan sebaiknya orangtua mencari tahu kegiatan anak seharian. Orangtua juga perlu mencontohkan kebiasaan yang baik seperti tidak merokok atau meminum alkohol dan pergaulan bebas yang dapat dicontoh oleh anak. Sebaiknya terapkan peraturan di rumah untuk tidak menggunakan narkoba, rokok atau minuman alkohol.

Untuk menghindari bahaya narkoba maka ciptakan keharmonisan keluarga supaya anak dapat merasakan kasih sayang orangtua. Bangun ikatan emosional dengan makan malam supaya tidak terjerumus dengan obat-obatan terlarang dan minuman yang dapat mengganggu kesehatannya. Tidak ada salahnya jika memberikan contoh akibat penggunaan narkoba yang tidak dapat menjamin masa depan dan menggunakan kasus yang nyata, begitu juga dengan pergaulan anak yang perlu diketahui dan tanamkan nilai-nilai agama.

0 komentar:

Posting Komentar