Selasa, 24 Maret 2020

Kenali Tanda-Tanda Kehamilan Ektopik dan Faktor Penyebabnya


Kehamilan adalah saat dimana terjadi pembuatan pada sel telur dan juga sperma yang kemudian menghasilkan zigot, zigot ini nantinya akan digiring menuju ke bagian rahim dan menempel pada dinding endometrium yang ada disana. Hanya saja terkadang ada kondisi dimana janin tersebut tidak tumbuh di rahim, melainkan di luar rahim atau yang dikenal juga sebagai kehamilan ektopik. Pastinya banyak yang sudah tidak asing dengan istilah yang satu ini. Tanda-tanda kehamilan ektopik ini juga agak berbeda dengan kehamilan pada umumnya.

Patut untuk diketahui bahwa pada dasarnya hamil di luar kandungan ini resikonya terbilang cukup tinggi jika dibandingkan dengan kehamilan normal. Bahkan sering kali akan menyebabkan pendarahan yang cukup hebat yang terjadi dari vagina dan juga rasa nyeri yang sangat hebat pada bagian panggil bawah. Jika tidak segera ditangani kondisi tersebut juga akan sangat membahayakan. Kondisi kehamilan semacam ini biasanya memang beresiko jika seandainya tetap dilanjutkan. Sehingga kebanyakan jalan yang dilakukan oleh dokter untuk mengatasinya adalah dengan menghentikan perkembangan calon janin tersebut, bahkan juga tindakan pembersihan dengan melakukan operasi.

Berikut ini setidaknya ada beberapa gejala terkait dengan kehamilan di luar kandungan tersebut yang patut untuk Anda ketahui, yaitu:

1. Rasa nyeri yang sangat terjadi pada bagian bawah atau salah satu sisi perut.
2. Keluarnya pendarahan ringan dari vagina, bukan sekedar flek kecoklatan biasa yang umum terjadi pada orang-orang yang sedang masa awal kehamilan, melainkan sudah mengalami pendarahan dengan warna darah yang keluar juga lebih gelap jika dibandingkan dengan darah menstruasi pada umumnya.
3. Ada tekanan pada rektum atau rasa sakit ketika tengah buang air besar.
4. Buang air kecil juga disertai dengan rasa yang tidak nyaman.
5. Sakit yang menyebar pada beberapa bagian tubuh sekaligus, seperti diantaranya adalah perut, panggul, bahu sampai dengan leher.
6. Sebagian diantara penderitanya juga mengalami diare.
7. Pusing sampai dengan lemas.

Namun jangan khawatir karena sebenarnya kondisi kehamilan secara ini juga dapat dilakukan pencegahan, seperti diantaranya adalah menghindari perilaku seks yang memang beresiko . Layaknya senang bergonta-ganti pasangan bahkan tanpa menggunakan kondom. Kemudian juga menghindari rokok semenjak masa awal kehamilan tersebut. Adapun diantaranya beberapa faktor yang memperbesar Anda terkena kondisi semacam ini, yaitu:

1. Usia saat hamil adalah 35 tahun atau lebih, usia kehamilan pada wanita yang cukup tua bisa memicu masalah kehamilan ektopik tersebut, sehingga patut untuk Anda waspadai.
2. Memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti diantaranya adalah endometriosis sampai dengan radang panggul.
3. Menderita penyakit menular seksual, seperti diantaranya adalah terkena infeksi gonore dan juga clamydia.
4. Sebelumnya memiliki riwayat kehamilan ektopik, sehingga besar kemungkinan akan mengalami kondisi yang sama pada kehamilan selanjutnya.
5. Sering kali mengalami keguguran pada kehamilan sebelum sebelumnya.
6. Memakai alat kontrasepsi dengan jenis spiral.
7. Memiliki kebiasaan merokok dan juga seseorang yang menjadi perokok pasif. Sering terkena paparan asap rokok.
8. Pernah menjalani operasi khususnya adalah pada area perut dan juga panggul.

Kondisi-kondisi di atas harus diwaspadai, karena memang bisa memicu kehamilan ektopik tersbeut. Ada baiknya jika seandainya Anda sudah merasakan tanda-tanda kehamilan ektopik ini maka segera melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Jadi akan langsung diambil tindakan untuk mengatasinya agar tidak bertambah buruk.

0 komentar:

Posting Komentar